MOTRET PENGANTIN SALAH ALAMAT SAMPAI INJAK KOTORAN SAPI

Total Views : 788
Zoom In Zoom Out Read Later Print

"Pijakan Kaki Saya Terasa Empuk"

Di daerah Pematang Siantar, Sumatera Utara, nama Asido kadung dikenal sebagai fotografer, dan lelaki penggemar hobi ini, banyak menyimpan cerita unik seputar pekerjaannya sebagai fotografer pernikahan, berikut wawancara pemilik nama lengkap Asido Edoardo ini, ketika diwawancarai Portfolio Magazine. 

Soal salah alamat lokasi pemotretan, Asido mengatakan, pada saat menerima job dari teman, dirinya hanya diberitahukan sekilas.

"Dan biasa kalau di tempat kami, alamat yang dituju itu, pasti kita sudah hafal, namun saya tidak menduga jika ternyata di RT dan RW yang sama ada dua pesta pernikahan," ujarnya.

Dengan gaya sok yakin, Asido, menaruh peralatan fotografinya, dengan maksud untuk persiapan memotret.

"Tapi untungnya alat belum terbuka semua, teman satu tim saya konfirmasi lagi apakah ini pesta yang dimaksud sesuai nama dan alamat, dan ternyata salah," ungkapnya sambil membawa kembali peralatan yang nyaris dibukanya itu.

Menurut lelaki penggemar minum kopi ini, pada saat itu di depan tidak ada bunga ucapan untuk pengantin (yang biasanya selalu ada di pesta pernikahan). 

"Nah itu, sok yakinnya yang  membuat saya juga akhirnya malu, dan pamit ke panitia, untuk pindah ke alamat yang satu lagi, dan ini akan menjadi pengalaman yang berharga bagi saya, juga untuk teman fotografer lain, agar setiap data acara sebaiknya benar-benar valid, " ujarnya.

Sementara itu, mengungkapkan pengalamannya menginjak kotoran sapi, diawali, ketika Asido pergi menuju ruang belakang rumah pengantin.

Saat itu hujan lebat, rada gelap karena penerangan seadanya. "Dan saat melangkah, pijakan kaki saya terasa empuk, dan saya sedikit yakin bahwa yang aku injak itu bukan tanah, melainkan kotoran sapi. Saat itu juga saya ingin bersihkan, namun air sangat sulit saya dapati, sehingga saya hanya membersihkannya di rumput," ungkapnya.

Tapi sebersih-bersihnya rumput untuk membersihkan, tetap saja masih kurang bersih. "Dan karena tanggung jawab pemoretan, saya terpaksa, masuk ke daerah pelaminan dengan kondisi sepatu masih tersisa kotoran sapi, akibatnya semua orang menutup hidung, sambil melihat ke arah saya," kenangnya.

Asido menjelaskan perjalanannya di dunia motret diawali sekitar tahun 2010. "Waktu itu saya diajak membantu teman dari mempersiapkan peralatan kerja, hingga tarik gulung kabel," kata lelaki lajang ini.

Sedangkan hal menarik yang dia rasakan saat berkecimpung di dunia foto, adalah dirinya mendapat banyak kesempatan mengunjungi beberapa tempat yang belum pernah di singgahi.

(REDAKSI)

See More

Latest Photos