Keindahan Tenun Rote Di Tangan Desainer ADINDA MOEDA "LEGACY OF LAMBI ROTE

Total Views : 1
Zoom In Zoom Out Read Later Print

Dari sejarahnya kain tenun Rote Ndao telah ada sejak ratusan tahun silam sebelum mengenal kapas, tenun selendang maupun selimut dibuat dari serat gewang dari pohon gewang yang serat dan nya dipakai sebagai peranta kama sangat kuat (seperu tall niton) dari tali tersebut dihasilkan Sarung Tenun, disebut Lambi Tel, untuk selimut disebut late Tel yg dipakai sebagai pakaian hari hari maupun pakaian pesta.

Pulau Rote yang berada di bagian timur Indonesia, masuk bagian provinsi Nusa Tenggra Timur (NTT) selain memiliki pantai-pantai yang indah, alat music Sasando yang khas dan topi adat Ti’i Langga yang bentuknya khas. Motif, warna dan corak yang digunakan sangat beragam. Hal inilah yang menjadikan Desainer Adinda Moeda mengangkatnya dalam pagelaran fashion show dengan mengangkat tema "LEGACY OF LAMBI ROTE “di hari Jumat 28 Februari 2020, bertempat di Tribrata building pukul 17.00- selesai bersama 3 desainer lainnya.

Dari sejarahnya kain tenun Rote Ndao telah ada sejak ratusan tahun silam sebelum mengenal kapas, tenun selendang maupun selimut dibuat dari serat gewang dari pohon gewang yang serat dan nya dipakai sebagai peranta kama sangat kuat (seperu tall niton) dari tali tersebut dihasilkan Sarung Tenundisebut Lambi Tel, untuk selimut disebut late Tel yg dipakai sebagai pakaian hari hari maupun pakaian pesta.

Sebelum mengenal zat pewama penenun Rote menggunakan pewarna tradisional seperti menghada, kunyit dan cara lainnya. Saat ini penenun Rote cenderung menggunakan zat pewarna buatan dibanding pewarna tradisonal.

Dahulu untuk satu Tenun Rote pembuatan memakan waktu 1 tahun. Kurun waktu lama ini disebabkan oleh karena harus dibuatnya benang terlebih dahulu sebelum penenunan dimulai. Sekarang benang dibuat di pabrik dan untuk pembuatan satu Tenun bisa dilakukan lebih singkat waktu dalam satu sampai tiga bulan.

Pada corak Tenun Rote  warna yang biasa digunakan adalah hitam, merah, dan khusus untuk putih selalu dominan. Dan seiring dengan perkembangan waktu, Tenun Rote memiliki corak dan warna yg lebih beragam seperti kuning dan Ungu.

Kain tenun Rote ini bukan hanya unik, tapi juga terlihat sangat cantik dengan beragam warna dan corak etnik yang khas. Rancangan saya memadukan warna yg beragam dengan sentuhan tile yang bertujuan untuk memasukkan unsur modern tanpa menghilangkan unsur Tenun asli Khas Rote Dengan dipadukannya bahan tekstil tile yang memiliki warna yang kuat dan kualitas bahan yang baik maka akan tercipta sebuah padupadan busana etnik modern yang sangat menarik dan eksotis.

Tujuan Ibu Adinda Moeda sebagai desainer mengangkat kain tenun Rote Ndao adalah agar kain tradisional seperti kain tenun NTT dapat dikreasikan menjadi busana indah dengan sentuhan kekinian. Dengan demikian selain untuk melestarikan kain tenun, ini turut mendukung perkembangan kain tenun untuk dirancang menjadi produk fashion yang stylish dan modern. Beliau ingin mengolah kain tenun NTT menjadi busana modern yang tak sekedar selama dengan tren, tapi mudah dipadupadankan oleh para wanita yang mengenakannya. (Muhamad Irfan)

See More

Latest Photos