GARUDA INDONESIA DAN BALI MENERAPKAN CHSE UNTUK KEAMANAN DAN KENYAMANAN WISATAWAN

Total Views : 133
Zoom In Zoom Out Read Later Print

“Amankah bepergian dengan pesawat terbang di masa sekarang ini?”. Adalah hal yang sering ditanyakan masyarakat yang hendak menggunakan sarana transportasi udara di masa dunia sedang dilanda pandemic COVID 19.Transportasi udara adalah transportasi pilihan masyarakat, karena cepat dan aman, pertanyaannya kini adalah bila kita memiliki suatu urusan yang sangat penting dan mengharuskan kita menggunakan transportasi udara, hal-hal apa sajakah yang harus kita persiapkan.

“Amankah bepergian dengan pesawat terbang di masa sekarang ini?”.

Adalah hal yang sering ditanyakan masyarakat yang hendak menggunakan sarana transportasi udara di masa dunia sedang dilanda pandemic COVID 19.Transportasi udara adalah transportasi pilihan masyarakat, karena cepat dan aman, pertanyaannya kini adalah bila kita memiliki suatu urusan yang sangat penting dan mengharuskan kita menggunakan transportasi udara, hal-hal apa sajakah yang harus kita persiapkan.

Kebetulan dari tanggal 18-20 November 2020, Irfan bersama rekan-rekan media mengikuti sebuah program bernama “Kembali Ke Bali”, program yang diadakan Kemenparekraf (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia), didukung Garuda Indonesia, dan Pemerintah Provinsi Bali ini ditujukan untuk awak media dapat melihat langsung langkah-langkah yang telah dilakukan pemerintah provinsi Bali dalam melakasnakan 3 M ( menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak) di tempat wisata, retoran, hotel dan umum.

Saat tiba di Bandara Udara Internasional Soekarno–Hatta kami melihat seluruh petugas bandara menggunakan masker dengan benar, selain itu mereka juga berkeliling untuk memeriksa apakah ada penumpang maupun karyawan dari toko di bandara yang tidak menggunakan masker dengan benar, bila ada akan diingatkan. Sebelum bisa mengambil boarding pass, seluruh penumpang harus mengantri dengan menjaga jarak dan tertib untuk menunjukkan hasil rapid test yang mereka kepada petugas di bandara untuk dicek apakah bebas dari gejala COVID 19 atau tidak, bila bebas COVID 19 maka mereka dapat menuju counter maskapai tujuan namun bila tidak maka mereka tidak dapat berangkat. Setealh kelengkapan dokumen diperiksa, saya bersama rekan-rekan media lainnya menuju counter Garuda Indonesia, disini kami dilayani petugas Garuda Indonesia berseragam biru yang mengenakan masker dan sarung tangan, yang sangat membantu dalam pengaturan bagasi, dan menjelaskan pengisian aplikasi E-hac yang dibuat untuk memantau pergerakan pengguna transportasi udara, sehingga bila ternyata terdapat kasus covid 19 diantara penumpang, mudah dilakukan pelacakan dan penanaganannya. Di setiap meja counter terdapat botol antiseptik dimana sebelum dan sesudah pemeriksaan kami mencuci tangan.

Setelah mendapat boarding pass dimana tertera penerbangan kami hari itu menggunakan GA 408 yang berangkat pukul 11.45 WIB,  Bandara Udara Internasional Soekarno–Hatta sebagai pintu gerbang Indonesia telah menyiapkan botol antiseptik untuk mencuci tangan di banyak titik, toilet juga diatur berjarak satu dengan lainnya, termasuk tempat duduk antar penumpang juga diberi jarak. Saat kami akan memasuki pesawat, awak Garuda Indonesia juga mengatur jarak penumpang menjadi 3 baris dan berjarak 1 meter satu sama lain sesuai protokol pencegahan COVID 19. Setelah mengecek KTP dan menscan boarding pass, kami pun berjalan melewati garbarata, untuk memasuki badan pesawat Boeing B777-300ER. Bahkan setiap penumpang diberikan bungkusan berwarna biru berisi sabun antiseptic kerjasama Garuda Indonesia dengan Cussons.

Tepat di pintu masuk pramugara dengan jas hitam dan pramugari dengan kebaya berwarna oranye memakai masker dan sarung tangan, menangkupkan tangan didepan dada dan mengucapakan “selamat datang “kepada seluruh penumpang yang terbang di hari itu. Sebelum dapat menuju kursi masing-masing, pramugara dan pramugari Garuda Indonesia yang menyambut penumpang juga meminta seluruh penumpang untuk mencuci tangan dengan sabun antiseptic yang sudah disiapkan. Pesawat Boeing B777-300ER memiliki susunan kursi 3-3-3 dalam satu baris sehingga bisa memuat 9 orang namun Garuda Indonesia mengaturnya menjadi 2-2-2 ini dulakukan sesuai protokol pencegahan COVID 19 yang mengahuruskan adanya bangku yang dikosongkan antara penumpang. HEPA filter yang berfungsi untuk untuk menyaring partikel kecil virus dan bakteri, bahkan yang terkecil antara 0.1 hingga 0.3 mikron dengan efisiensi hingga 99.995%. Udara di kabin selalu mengalir keluar dan ke dalam saat terbang karena udara terus diperbaharui setiap 2 hingga 3 menit dengan system tersebut sudah dinyalakan semenjak penumpang memasuki pesawat. Dengan penggunanan filter, virus dan bakteri yang berbahaya bagi kesehatan telah dibersihkan dari udara, perjalanan pun menjadi aman dan nyaman.

Selama dalam pesawat, pilot juga mengingatkan agar selalu menjalankan 3 M ( mencuci tangan dengan sabun, memakai masker dengan benar dan menjaga jarak), dan bila ada penumpang yang mengalami gangguan kesehatan seperti demam tinggi, gangguan pernafasan agar segera melapor kepada pramugara maupun pramugari Garuda Indonesia di dalam pesawat agar segera dibantu. Saat penyajian makanan pun, pramugari yang memberikan makanan mengenakan sarung tangan, dan makanan yang disajikan dibungkus dengan aluminium foil dan makanan yang disajikan masih hangat dan enak dinikmati.

Saat tiba di bandara I Gusti Ngurah Rai di Denpasar,Bali, protokol kesehatan 3 M (mencuci tangan dengan sabun, memakai masker dengan benar dan menjaga jarak) juga dijalankan dengan benar, sama seperti saat di bandara Sukarno-Hatta, saat tiba kami juga mengantri dengan tertib dan berjarak satu sama lain untuk discan aplikasi e-HAC yang sudah kami  isi formnya sebelumnya di Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta sebelum berangkat bersama Garuda Indonesia ke Bali. Setelah itu kami mengambil bagasi dan bertemu team dari Bali yang menjadi guide selama perjalanan kami di Bali.

Selama 3 hari 2 malam kami di Bali, kami mengunjungi obyek wisata utama Bali dari Pura Puseh Desa Adat Batuan yang berumur ribuan tahun, Gua Gajah, persawahan  Jatiluwih, The Blooms Garden, pura danau beratan, pura taman ayun, Krishna Gallery, untuk tempat makan, restoran Kalayana, Bebek Mang Engking dan Bebek Bengil yang dipilih, selama di Bali the The Westin Resort & Spa Ubud, Bali menjadi pilihan kami menginap. Selama perjalanan kami melihat dan menfoto seluruh desatinasi wisata, restoran, toko souvenir dan hotel kami menginap telah menerapkan 3 M dengan tepat, selalu tersedia keran dan botol sabun antiseptik sebelum masuk, pengecekan suhu tubuh pengunjung, termasuk banner berisi anjuran penerapan 3 M.

Pemerintah menganjurkan warga agar tetap di rumah dan melakukan pekerjaan dari rumah, agar penyebaran COVID 19 bisa dicegah sambal menunggu adanya obat yang efektif mengobatinya, namun bila kita terpkasa harus ke luar rumah untuk urusan bisnis maupun mengunjungi keluarga yang sakit dan menggunakan pesawat udara, kita dapat tenang karena pihak bandara di seluruh Indonesia telah menerapkan 3 M dengan ketat berikut Garuda Indonesia sebagai maskapai penerbangan kebanggaan bangsa, mulai dari boarding, masuk kedalam pesawat, pengaturan kursi sesui social distancing, pemberian makanan dan minuman kepada penumpang, penggunaan sarung tangan dan masker oleh seluruh crew yang berugas didalam pesawat adalah bukti keseriusan Garuda Indonesia dalam memberikan pelayanan terbaiknya kepada pealnggannya.

Nantinya bila COVID 19 sudah ditemukan obatnya marilah kita mengunjungi obyek wisata baik sejarah, budaya, alam, kuliner yang ada di negeri tercinta dahulu sebelum mengunjungi negara lain. Daya Tarik wisata negara kita sangat beragam dan kaya dan banyak wisatawan asing yang berkunjung ke negara kita berulang kali dan menceritakan keindahan negara kita dalam tulisan dan video maupun foto. Marilah kita menjadi pahlawan bagi bangsa dengan menggunakan barang dan berwisata dalam negeri. Dan tunjukkan budaya bangsa kita yang baik kepada negara lain dengan membuang sampah pada tempatnya, antri yang teratur dan tentunya 3 M ( mencuci tangan dengan sabun, memakai masker dengan benar dan menjaga jarak). (Muhamad Irfan)


 

 

See More

Latest Photos