FAKTA-FAKTA GEMPA ; CARA AGAR TETAP AMAN

FAKTA-FAKTA GEMPA ; CARA AGAR TETAP AMAN

Agustus 6, 2018 0 By admin

PortFoliomagz.id

Jakarta, 6 Agustus 2018 – Hal-hal buruk dapat dan memang terjadi sehingga dunia ini kadang-kadang terlihat seperti tempat yang sangat menakutkan dan berbahaya. Kabar baiknya, ada beberapa cara pencegahan yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko ini. Meskipun tidak ada yang dapat melindungi Anda sepenuhnya dari bahaya, ada beberapa cara mudah untuk menghindari kemungkinan timbulnya bahaya atau agar Anda siap menghadapinya jika sampai terjadi.

Sebagai contoh bahaya terhadap Gempa Bumi. Gempa pada umumnya terjadi di dekat pinggiran lempeng tektonik, tetapi bisa juga terjadi di mana saja. Bencana ini tidak bisa diprediksi, tetapi peluang Anda selamat akan jauh lebih besar jika Anda sudah mempersiapkan diri menghadapinya dan tahu apa yang harus dilakukan jika terjadi gempa bumi.

Gempa bumi terjadi ketika kerak bumi mengalami pergeseran dan menimbulkan guncangan gelombang seismik yang saling berbenturan. Berbeda dari badai atau banjir, gempa bumi terjadi tanpa peringatan dan biasanya disusul dengan sejumlah gempa susulan yang lebih lemah dari gempa utama. Sering kali hanya ada waktu sedetik untuk menentukan apa yang harus dilakukan ketika Anda berhadapan dengan gempa bumi. Mempelajari saran-saran berikut dapat menentukan hidup atau mati dalam situasi tersebut.

Tidak ada cara yang sudah teruji untuk memprediksi gempa bumi. Ahli geologi sedang mengembangkan sistem peringatan dini, tetapi masih banyak hal yang patut dipelajari mengenai tanda-tanda sebelum datangnya gempa. Sebagian dari permasalahannya adalah gempa bumi tidak selalu datang dengan cara yang konsisten—beberapa tanda muncul di waktu-waktu yang berbeda (beberapa hari, minggu, atau detik sebelum kejadian), sedangkan tanda-tanda tersebut terkadang tidak terjadi sama sekali. Bacalah terus untuk mempelajari tanda-tanda gempa bumi, dan cara untuk bersiap-siap ketika terjadi gempa.

1. Perhatikan Tanda-Tanda yang Memungkinkan

Perhatikan laporan-laporan adanya “cahaya gempa bumi” (earthquake light).Beberapa hari, atau bahkan beberapa detik sebelum terjadinya gempa, orang-orang telah melihat adanya cahaya aneh di tanah atau melayang di udara. Meskipun mereka tidak terlalu paham, cahaya gempa bumi bisa dipancarkan dari bebatuan yang berada di bawah tekanan ekstrem.[1]

Cahaya gempa bumi tidak dilaporkan sebelum gempa bumi di semua tempat terjadi, dan waktunya pun tidak pernah konsisten. Akan tetapi, jika Anda mendengar tentang cahaya aneh di laut bersiap-siaplah untuk menghadapi gempa bumi dan pastikan peralatan darurat untuk bertahan hidup sudah tersedia.[2]

Cahaya gempa bumi diamati sebagai api pendek berwarna biru yang muncul dari dalam tanah, seperti obor cahaya yang mengambang ke udara, atau garpu cahaya besar yang terlihat seperti petir melesat dari dalam tanah ke udara.[3]

2. Tetap berada di luar ruangan sampai guncangan berhenti.

Jangan mencoba aksi heroik seperti menyelamatkan seseorang atau memasuki suatu bangunan. Tetap di luar, dengan kemungkinan tertimpa bangunan yang runtuh semakin kecil, adalah pilihan terbaik. Bahaya terbesar terletak persis di luar bangunan, pintu keluar, dan sepanjang sisi luar dinding bangunan.

3. Jauhi bangunan, penerangan jalan, dan kabel listrik.

Hal-hal ini merupakan risiko utama jika berada di luar ruangan saat gempa bumi atau salah satu gempa susulan sedang berlangsung.

4. Jika berada dalam kendaraan, berhenti sesegera mungkin dan tetaplah di dalam.

Hindari berhenti di dekat bangunan, pepohonan, jalan layang, dan kabel listrik. Lanjutkan berkendara dengan hati-hati setelah gempa bumi mereda. Jauhi jalan, jembatan, atau tanjakan yang diduga mengalami kerusakan akibat gempa bumi.

5. Jika terperangkap di bawah puing, tetap tenang dan ambil langkah preventif.

-Meski terasa melawan intuisi Anda, bisa jadi menunggu pertolongan adalah pilihan terbaik ketika terjebak di bawah puing yang tidak dapat digerakkan.

-Jangan menyalakan korek api. Anda bisa saja tak sengaja menyulut api karena adanya kebocoran bahan bakar atau zat kimia lain yang mudah terbakar.

-Jangan bergerak atau menyebabkan debu beterbangan. Tutupi mulut dengan saputangan atau pakaian Anda.

-Pukuli pipa atau dinding supaya tim penolong dapat menemukan lokasi Anda. Gunakan peluit jika ada. Berteriak adalah pilihan terakhir. Berteriak akan membuat Anda menghirup debu dalam jumlah yang membahayakan.

6. Pelajari cara mematikan sistem air, listrik, dan gas.

Gempa bumi bisa memutus pipa rumah dan/atau merusak jalur listrik, sehingga menciptakan situasi yang bisa berubah mematikan. Bersiaplah mematikan keperluan rumah Anda setelah terjadi gempa bumi demi menjaga keselamatan.

  • Jika Anda mematikan saluran gas setelah terjadi gempa bumi atau selama latihan, JANGAN mencoba menyalakannya lagi. Ini bisa menyebabkan kebocoran gas dan menimbulkan kebakaran. Hubungi perusahaan penyedia dan minta mereka melakukannya.

7. Ketahuilah bahwa gempa bumi sering mendahului tsunami.

Walaupun tidak selalu terjadi 100%, biasanya gempa di pantai menjadi pemicu terjadinya tsunami. Jadi kalau tanah yang Anda pijak bergetar, waspadalah. Tsunami bisa datang dalam hitungan menit atau jam. Atau bisa tidak datang sama sekali.

Tsunami juga cenderung bergerak. Gempa bumi bisa terjadi di Alaska dan tsunami melanda Hawaii. Ini cukup menakutkan, jadi perhatikan bahwa tsunami tidak sering terjadi — sebagian besar ombak kehilangan energi di lautan, jauh dari permukiman.

8. Daftarkan diri untuk menerima sistem alarm darurat nirkabel.

Sekarang ini, Jepang adalah satu-satunya negara dengan sistem alarm dini yang berfungsi untuk mendeteksi gempa bumi (di negara lain, contohnya AS, sekarang sedang mengembangkan sistemnya sendiri). Bahkan jika sistem sudah dipasang, sistem itu hanya bisa memberikan peringatan selama beberapa puluh detik sebelum gempa terjadi serta dapat mengirimi Anda pesan singkat yang memperingatkan Anda terhadap adanya bencana alam di daerah Anda, termasuk gempa bumi.

  • Pesan-pesan peringatan ini disertai dengan instruksi dalam keadaan darurat, termasuk rute evakuasi dan tempat pengungsian darurat yang tersedia.
  • Kota Anda mungkin sudah menyediakan sistem peringatan, seperti sirene yang diikuti dengan peringatan atau instruksi. Pastikan Anda mengetahui apakah kota Anda memiliki sistem peringatan tertentu.

Tips

  • Jika Anda sedang berkendara di daerah pegunungan, cari tahu cara keluar dari mobil yang tergantung di tepi jurang dan cara keluar dari mobil yang sedang tenggelam.
  • Jika Anda sedang berada di pantai, pergilah ke tempat yang lebih tinggi.
  • Jika Anda sedang berada di bandara, larilah ke pintu keluar atau pergilah ke tempat yang aman.
  • Ketika gempa bumi terjadi, jangan berpikir untuk menyelamatkan benda elektronik seperti kamera, telepon, dan komputer maupun benda-benda materiil lainnya karena nyawa Anda lebih penting.

Peringatan

  • Jika Anda memiliki hewan piaraan, waspadai perilaku anehnya. Perilaku ini mulai dari berjalan mondar-mandir dengan acuh tak acuh sampai berlari ke sana kemari atau bersembunyi dan tidak mau keluar.
  • JANGAN PERNAH meninggalkan rumah saat gempa, dalam kondisi apa pun. Tunggulan sampai getarannya berhenti.
  • Ingatlah bahwa beberapa gempa bumi sebenarnya merupakan gempa awal dan gempa utama yang lebih besar bisa saja terjadi.

(Tosawa/aud)

[1] http://news.nationalgeographic.com/news/2014/01/140106-earthquake-lights-earthquake-prediction-geology-science/

[2] http://news.nationalgeographic.com/news/2014/01/140106-earthquake-lights-earthquake-prediction-geology-science/

[3] http://news.nationalgeographic.com/news/2014/01/140106-earthquake-lights-earthquake-prediction-geology-science/